Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Ada Aset Kripto di Formula 1

Formula 1, salah satu olah raga paling mahal di Dunia, resmi menjajal dunia aset kripto bekerjasama dengan Fantom Blockchain.

Ini berita baik buat Fantom dan juga buat fans Formula 1. F1 mengikuti beberapa jenis pertandingan olah raga lainnya yang sudah lebih dulu memulai teknologi ini seperti Sepak Bola, tinju, hingga Motogp.

Meski mobil F1 secepat kilat di sirkuitnya, namun integrasinya di bidang teknologi seperti ‘siput’.

Olah raga jet darat ini mengalami kesulitan finansial selama pandemi covid19 karena hilangnya supporter di stadion.

Sebagai informasi, salah satu pendapatan terbesar F1 adalah pembelian tiket di setiap pertandingan.

Sejak awal 2020, hampir seluruh pertandingan tertunda dan menyebabkan krisis keuangan F1.

Kerjasama dengan Fantom Blockchain

Pada awal tahun 2021 ini, tidak mau ketinggalan dengan Motogp yang sudah merilis jadwal resmi satu musim plus integrasinya dengan blockchain, adu balap mobil teranyar di Dunia ini segera mengumumkan kerjasamanya dengan perusahaan terkemuka blockchain, Fantom.

aset kripto F1

Fantom, dengan aset kripto bersimbol FTM, adalah teknologi blockchain mirip Ethereum. Dalam blognya Fantom mengklaim memiliki skalabilitas melampaui Ethereum, serta memiliki waktu konfirmasi transaksi yang lebih cepat.

Tim Fantom menamai teknologi percepatan konfirmasi transaksi ini dengan Directed Acyclic Graph (DAG). FTM berada di peringkat 92 dunia dengan kapitalisasi pasar 788 juta dollar dan total pasokan 2,5 juta unit.

Forbes melaporkan, nama besar di belakang aset kripto FTM antara lain Block Tower Capital, Sam Bankman-Fried’s Alameda Research, Hyperchain Capital, Quantum FinTech Group, dan tentunya Fantom Foundation

Keuntungan F1 dan Fansnya

Terinspirasi dari klub-klub sepak bola, Formula 1 juga ingin mendapatkan dukungan yang sama melalui pembelian tokennya.

Dengan dukungan finansial supporter, maka roda mobil Formula 1 yang putarannya bisa mencapai 360 km per jam itu bisa berputar normal kembali. Para pendukung di seluruh dunia juga bisa mendapatkan stake, atas peningkatan kapitalisasi F1.

Selain itu, dalam skenario yang akan dikembangkan Fantom, fans bisa terlibat langsung. Misalnya untuk menentukan pembalap, jersey, topi, warna mobil hingga lagu yang dinyanyikan bersama saat di sirkuit.

Teknologi blockchain kelihatannya terus merangsek ke berbagai sektor olah raga. Integrasi F1 dengan blockchain adalah keniscayaan, kalau tidak ingin tertinggal dan brangkrut. Ini masih permulaan, tetapi patut di wanti-wanti, bentuk utuh dari integrasi ini. [ps]

Protected with blockchain timestamps

Panda Siagianhttps://www.hariankripto.id/
Menekuni dunia blockchain dan kripto sejak 2017. Tertarik mendorong penggunaan bockchain untuk demokrasi, kemanusiaan dan lingkungan hidup. Bisa dihubungi melalui email: harian.kripto.id@gmail.com

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }